Memilih Menu Masakan Sehat Selama Puasa

Takjil

Takjil

Bulan Ramadhan selalu khas dengan jenis makanan tajil atau makanan pembuka puasa contohnya kolak, es buah, bubur sumsum, kacang hijau, dan aneka snack seperti lemper, kue nagasari, bakwan, tahu isi dsb. Ada pula buah yang menjadi trend saat memasuki bulan puasa yaitu kurma. Ketika berpuasa, segala aktivitas makan dan minum untuk sementara ditunda sampai matahari tenggelam atau waktu magrib. Dengan demikian pola makan dan minum pun mulai berganti seperti tidak ada makan siang dan makan pagi. Perubahan pola makan juga turut mengubah jenis makanan yang dimakan terutama aneka masakan yang mulai bermunculan secara mendadak ketika bulan puasa.

Persepsi masyarakat tentang makan di bulan puasa masih banyak yang salah. Sebagian masyarakat menganut persepsi “balas dendam” ketika makan sehingga jenis makanan apapun dimakan sebab mereka tidak memakan apapun pada siang hari. Persepsi inilah yang harus diperbaiki dengan cara memilih menu masakan yang sehat selama puasa.

Masakan sehat tidak selamanya harus mahal. Anda dapat memilih menu masakan yang murah meriah namun tetap sehat. Menu masakan harus tetap berpedonam pada gizi seimbang dimana setiap kali Anda makan menyertakan makanan pokok , lauk hewani, lauk nabati, sayuran dan buah. Makanan pokok tidak harus nasi, Anda dapat menggantikan nasi dengan roti atau kentang bahkan singkong dan ubi. Untuk lauk nabati Anda boleh memilih tahu, tempe yang dapat divariasikan dengan resep yang beragam misalnya tempe bacem, tahu orak-arik, tempe oseng. Jika Anda bosan dengan tahu dan tempe, silahkan menggunakan kacang merah yang dicampurkan pada sup sehingga dalam satu menu Anda sudah mendapatkan  masakan yang sehat dan nikmat. Pilihan lain Anda dapat menggunakan kacang hijau sebagai tajil atau makanan pembuka puasa. Pilihan lauk hewani lebih beragam jenisnya. Anda dapat mengolah ayam, telur, ikan, daging, udang, cumi, kerang dengan resep pilihan Anda misalnya ayam bumbu kuning, kerang saus tiram, udang goreng tepung, telur orak-arik, ikan asam manis dsb. Jangan lupa sertakan pula sayur pada menu santap Anda di bulan puasa. Pilihan menu sayur disesuaikan dengan selera Anda seperti sayur asam, sayur bening bayam, sayur lodeh, sup, aneka tumis dan cah dll.

Sebelum Anda menyantap menu utama, sebaiknya didahulukan dengan memakan buah. Penyerapan buah lebih cepat dibandingkan dengan nasi dan lauk. Berilah jarak antara waktu memakan buah dengan memakan menu utama Anda.

Ketika adzan berkumandang artinya puasa yang telah dilakukan sehari penuh harus dibatalkan dengan makanan atau minuman. Sebaiknya makanan dan minuman yang pertama kali dikonsumsi adalah makanan atau minuman yang manis dan hangat. Hal tersebut untuk menaikkan kadar gula darah dalam tubuh yang sudah menurun selama satu hari penuh. Di samping itu, sebaiknya tidak makan jenis goreng-gorengan terlalu banyak sebab dapat mengurangi waktu pengosongan lambung sehingga ketika memasuki waktu makan utama perut masih dalam keadaan kenyang. Menu masakan yang dipilih sebagai tajil sebaiknya seperti bubur kacang hijau, bubur sumsum, kolak, jus buah, aneka kue, teh manis dll. Tidak dianjurkan meminum kopi , memakan makanan yang asam dan pedas jika Anda memiliki penyakit maag sebab kopi, makanan dan minuman yang pedas dan asam dapat meningkatkan asam lambung sehingga menyebabkan rasa nyeri pada ulu hati.

About idowebid

Founder of @inboundid, Search Marketing Professional, Inbound Marketing Speaker, Webinars and Coffee. http://ridho.me
This entry was posted in Menu Masakan and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s